Senin, 20 Maret 2017

Fitur Terbaru Website Facebook Pencegah Penyebaran Berita Hoax

Facebook merupakan raksasa media sosial yang menyediakan banyak fitur yang kian dapat memanjakan pengguna di seluruh belahan dunia.

Namun sangat disayangkan, Facebook yang menjadi idola di kalangan pengguna media sosial, menjadi lahan subur menyebarnya berita hoax. Salah satunya, Facebook sempat dituding menjadi penyebab penyebaran berita hoax ketika pemilihan presiden AS ke -45 lalu yang kemudian cenderung menguntungkan Donald Trump. Selain itu, masih banyak berita-berita lain di Facebook yang dianggap menyesatkan.

Dengan ini Facebook memperkenalkan fitur baru untuk memerangi peredaran berita palsu alias hoax yang beredar dengan diberikannya label khusus. Label tersebut bernama "disputed" (kebenarannya disangsikan) yang disematkan di-posting secara individual, bukan di akun pengunggah secara keseluruhan.



Dikutip oleh CNNINDONESIA.COM, Jumat, (16/12/2016), Facebook menggandeng organisasi penguji fakta internasional sebagai pengawas penyebaran berita palsu di layanan mereka.

Yaitu Snopes, Politifact, ABC News, dan FactCheck.org merupakan 4 yang aktif dari 42 anggota yang tergabung ke dalam jaringan pemeriksa fakta internasional Poynter merupakan pihak ketiga yang dipercaya Facebook sebagai garda penjaga berita hoax. Bersama mereka, jejaring sosial raksasa itu berjanji penanganan berita palsu akan lebih cepat ketimbang sebelumnya.

Adam Mosseri VP News Feed Facebook dalam keterangan resminya, Jumat (16/12), "Kami akan gunakan laporan dari komunitas kami, juga masukan dari tempat lain, untuk mengirim berita kepada organisasi tersebut. Jika mereka mengidentifikasinya sebagai berita palsu, akan muncul label khusus di berita itu dan tautan tambahan yang menjelaskan alasan kenapa dinilai demikian,"

Hal ini merupakan terobosan yang baik untuk membuka jalan memerangi peredaran berita palsu yang sangat marak saat ini. Meski demikian sebuah tautan yang sudah di labeli "disputed" oleh para penguji fakta tetap masih dapat disebar. Hanya saja akan muncul peringatan yang meminta pemilik akun untuk membaca alasan penilaian berita tersebut.

Untuk cara penggunaannya, Facebook menyederhanakan sistem pelaporan sumber informasi mencurigakan menjadi tiga langkah saja. Pengguna cukup tiga kali mengklik arahan, sebuah tautan berita palsu bisa segera laporan bisa lebih spesifik. 

Meski telah menunjukkan perbaikan, Facebook mengaku belum bisa memastikan bakal bisa menanggulangi seluruh berita palsu yang menyebar sekarang.

Saat ini fitur baru anti-berita palsu Facebook sudah bisa dijumpai di versi desktop maupun mobile. Namun fitur ini masih terbatas di tahap pengujian untuk pengguna di Amerika 

Jumat, 18 November 2016

Pendahuluan Matematika Informatika

Operasi Biner

Operasi biner pada himpunan tidak kosong S adalah pemetaan dari S * S ke S. Notasi yang digunakan untuk menyatakan operasi biner adalah +, ×, *, · , Å , Ä , dan sebagainya. Hasil dari sebuah operasi, misalnya Ä pada elemen a dan b akan ditulis sebagai a Ä b.

Operasi biner pengaitan pasangan elemen (a,b) pada S yang memenuhi dua kondisi berikut :
1.   Setiap pasangan elemen (a,b) pada S dikaitkan dengan tepat satu elemen. Kondisi ini disebut dengan kondisi tertutup (closed).
2.   Setiap elemen yang dikaitkan dengan pasangan elemen (a,b) pada S merupakan elemen di S. kondisi ini disebut dengan kondisi terdefinisi dengan baik (well defined).

Sifat-sifat Operasi Biner

a.     Komutatif

Sifat komutatif dapat diartikan sebagai sifat pertukaran di dalam operasi hitung matematika. Bisa disimpulkan bahwa sifat komutatif harus memenuhi rumus :


a * b = b * a atau a b = b a
 
* dan merupakan operasi biner

Soal:

1.      Diketahui :
Himpunan A merupakan bilangan asli. A = {1, 2, 3, 4, 5......} dan a * b = a + b + ab.         
                       

a * b = b * a
 a + b + a.b = b + a + b.a
3 + 4 + 3.4 = 4 + 3 + 4.3
   19 = 19 (Komutatif)
Misal, a = 3, b = 4
 



2.      Diketahui :
Himpunan A merupakan himpunan bilangan ganjil dan a * b = ab + a + b.


a * b = b * a
 a.b + a + b = b.a + b + a
 5.3 + 5 + 3 = 3.5 + 3 + 5
    23 = 23 (Komutatif)
Misal, a = 5, b = 3


b.    Asosiatif

Operasi biner pada suatu himpunan, misal himpunan S. Dikatakan memiliki sifat asosiatif jika dan hanya jika, untuk setiap a,b,c S berlaku (a * b) * c = a * (b * c)

Contoh soal :

1.   Diketahui K adalah himpunan semua bilangan bulat dan a * b = a.b + 3. Apakah operasi binernya bersifat asosiatif?

Pembahasan :

Rumus dasar asosiatif : (a * b) * c = a * (b * c)
(ab + 3) * c = a * (bc + 3)
Misal : ab + 3 = r dan bc + 3 = s
r * c = a * s          → masukkan ke dalam rumus dasar
    r.c + 3 = a.s + 3     → ubah r dan s ke dalam bentuk awal
  (a.b + 3) c + 3 = a (bc + 3) + 3
   a.b.c + 3.c + 3 ≠ a.b.c + 3.a + 3

Jadi, operasi biner a * b = ab + 3 tidak bersifat asosiatif karena
(a * b) * c = a * (b * c) → a.b.c + 3.c + 3 ≠ a.b.c + 3.a + 3


2.      Apakah operasi biner a Å b = 3ab bersifat asosiatif?

Pembahasan :

Rumus dasar asosiatif : (a Å b) Å c = a Å (b Å c)
(3.a.b) Å c = a Å (3.b.c)
Misal : 3.a.b = p dan 3.b.c = q
p Å c = a Å q  → masukkan ke dalam rumus dasar
 3.p.c = 3.a.→ ubah p dan q ke dalam bentuk awal
    3 (3.a.b) c = 3.a (3.b.c)
            9.a.b.c = 9.a.b.c

Jadi, operasi biner a Å b = 3ab bersifat asosiatif karena
 (a Å b) Å c = a Å (b Å c) → 9.a.b.c = 9.a.b.c

c.    Memiliki Identitas


α * ℮ = ℮ * α = α

Elemen identitas adalah elemen yang membuat operasi biner memetakan ke dirinya sendiri atau secara metematis ditulis : terdapat sedemikian, sehingga untuk setiap α elemen S berlaku :                                             
adalah elemen identitas.

Contoh Soal :

1.      Diketahui : Himpunan A adalah himpunan bilangan asli. A = { 1, 2, 3, 4, 5, ....} dan a * b = a + b.
                   Ditanya : Apakah himpunan A memiliki identitas ?
                   Jawab :
Misal, a = 4
a * ℮   = a                         ℮ * a = a
4 + ℮  = 4                        ℮ + 4 = 4
         ℮ = 0                               ℮ = 0
2.      Diketahui : Himpunan A adalah bilangan ganjil. A = { 1, 3, 5, 7, ....} dan a * b = a + b + 3.
                   Ditanya : Apakah himpunan A memiliki identitas ?
                   Jawab :
Misal, a = 7
         a * ℮ = a                           ℮ * a = a
a + ℮ + 3 = a                 ℮  + a + 3 = 7
7 + ℮ + 3 = 7                ℮  + 7 + 3 = 7
                ℮ = -3                              ℮ = -3


d.    Memiliki Invers

Unsur invers adalah sebuah unsur bilangan jika dioperasikan dengan bilangan lain yang akan menghasilkan sebuah unsur identitas. Jika a adalah bilangan riil berlaku :

a + (-a) = (-a) + a = 0

Invers penjumlahan dari a adalah –a, invers perkalian dari a adalah
sifat-sifat operasi hitung sangat berguna untuk memahami dan melakukan operasi hitung pada bilangan bulat yang akan anda pelajari berikut ini.

·         Untuk setiap bilangan bulat r, ada bilangan bulat yang tunggal demikian, sehingga r + (-r) = (-r) + r = 0
·         Penjumlahan “lawan”, r + (-r) = 0
Misal, invers penjumlahan dari 4 = -4, karena 4 + (-4) = 0 (0 merupakan identitas penjumlahan)
·         Perkalian “kebalikan”
Invers perkalian dari 4 adalah   karena 4 x   = 1 (1 merupakan identitas perkalian)
·         Bilangan asli tidak memiliki memiliki elemen invers penjumlahan, misalnya untuk bilangan asli 2, invers penjumlahan dari 2 adalah -2 dan -2 tidak termasuk bilangan asli.
·         Bilangan rasional mempunyai elemen invers perkalian karena invers perkaliannya juga merupakan bilangan rasional.
Contoh soal :
1.      Diketahui C merupakan anggota himpunan bilangan bulat dan a * b = a + b + 1. Apakah C memiliki invers ?
a.          Mencari identitas terlebih dahulu
Jawab  :          
Misal, a = 2
  a * e = a                                         e * a = a
      a + e + 1 = a                                e + a + 1 = a
       2 + e + 1= 2                                e + 2 + 1 = 2
        e = 2-3                                            e = 2-3
        e = -1                                              e = -1
C memiliki identitas, yaitu e = -1. Karena  a * e = a sama dengan e * a = a dan termasuk ke dalam himpunan.

b.         Identitas yang didapat, lalu dimasukkan ke dalam persamaan invers.
        a * a-1  = e                                             a-1  * a = e          
a + a-1 + 1 = e                                   a-1  + a + 1 = e
 2 + a-1 + 1= -1                                    a-1  + 2 + 1 = -1
                a-1 = -1-3                                              a-1  = -1-3
               a-1  = -4                                                 a-1  = -4
C memiliki invers karena a * a-1  = e sama dengan a-1  * a = e dan a-1  = -4 termasuk dalam himpunan.

2.      Diketahui himpunan S merupakan anggota himpunan bilangan prima dan a * b = a.b + 3
Jawab :
Misal, a = 3


a.       Mencari identitas terlebih dahulu
     a * e = a                                   e * a = a                 
                                    a.e + 3 = a                              e.a + 3 = a
3.e + 3 = 3                             e.3 + 3 = 3
         3e = 3-3                                   3e = 3-3
         3e = 0                                      3e = 0
           e = 0                                         e = 0    

Karena S tidak memiliki identitas, maka S tidak memiliki invers.

e.    Sifat Tertutup

Dalam penjumlahan sepasang bilangan asli A, hasil penjumlahan merupakan bilangan asli A. Himpunan A = {1,2,3,4,5,6.....,n}. Misal, 3 + 5 = 8, 8 merupakan anggota himpunan bilangan asli A.  Untuk operasi pengurangan dan pembagian tidak tertutup pada himpunan bilangan asli.
Contoh soal
1.      Operasi (x,0) untuk bilangan bulat x adalah a * b = a + a.b, buktikan jika bilangan tersebut memiliki sifat tertutup!


Misal, a = 3 dan b = 1
    a * b = a + a.b
= 3 + 3.1
= 3 + 3 = 6

 
Operasi bersifat tertutup, karena hasil operasi tersebut masuk ke dalam himpunan bilangan bulat.

2.      Operasi (t,0) pada himpunan bilangan genap  adalah a * b = a + b, tentukan apakah bilangan tersebut termasuk dalam sifat tertutup?



Misal, a = 2 dan b = 6
 a⊕b   = a + b
            = 2 + 6
            = 8

Operasi bersifat tertutup, karena hasil operasi tersebut masuk ke dalam himpunan bilangan genap.

Link download materi : Google Drive