Sabtu, 05 Maret 2016

Manusia Dan Kebudayaan



Sebagai manusia, pernahkah anda membayangkan untuk hidup sendiri ? walaupun hanya dalam beberapa hari manusia tidak dapat bertahan hidup sendiri di bumi ini, hal tersebut menggambarkan manusia merupakan mahluk sosial. Hubungan antara manusia dengan manusia lain tidak akan berjalan baik tanpa adanya dasar atau aturan diantara mereka. Manusia membutuhkan adanya sebuah tatanan atau peraturan untuk mereka bersikap, berkomunikasi dan menjalani hidup sehari-hari di masyarakat. Sebuah peraturan dasar atau tatanan hidup tersebutlah yang bisa kita sebut sebagai kebudayaan. Kebudayaan tidak akan terjaga apabila tidak ada manusia yang melestarikannya, begitupun manusia, mereka akan memiliki tatanan hidup yang seragam apabila tidak ada kebudayaan. 

Pada postingan kali ini saya akan akan mencoba mengulas tentang pengertian Manusia Dan Kebudayaan dan juga tentang bagaimana Hubungan Manusia dan Kebudayaan selama ini.

1. Apa itu Manusia ?



Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran.
  1. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens , sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. 
  2. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup.
  3. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.


2. Ciri-ciri Fisik Manusia



Manusia bergerak menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk memanipulasi objek menggunakan jari jempol (ibu jari).
Rata-rata tinggi badan Manusia yaitu, sebagai contoh pada perempuan dewasa Amerika adalah 162 cm (64 inci) dan rata-rata berat 62 kg (137 pound). Pria umumnya lebih besar: 175 cm (69 inci) dan 78 kilogram (172 pound). 
Hal tersebut hanya merupakan tinggi rata rata manusia. Bentuk fisik manusia sangat bervariasi, tergantung pada faktor tempat, dan sejarah. Meskipun ukuran tubuh umumnya dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan dan kebudayaan juga dapat memengaruhinya, seperti gizi makanan.

Anak manusia lahir setelah sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 centimeter (20-24 inci) tingginya. Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun.

Warna kulit manusia bervariasi dari hampir hitam hingga putih kemerahan. Secara umum, orang dengan nenek moyang yang berasal dari daerah yang terik mempunyai kulit lebih hitam dibandingkan dengan orang yang bernenek-moyang dari daerah yang hanya mendapat sedikit sinar matahari. (Namun, hal ini tentu saja bukan patokan mutlak, ada orang yang mempunyai nenek moyang yang berasal dari daerah terik, dan kurang terik; dan orang-orang tersebut dapat memiliki warna kulit berbeda dalam lingkup spektrumnya.) Rata-rata, wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang dari pada pria.
Perkiraan panjang umur manusia pada kelahiran mendekati 80 tahun di negara-negara makmur, hal ini bisa tercapai berkat bantuan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jumlah orang yang berumur seratus tahun ke atas di dunia diperkirakan berjumlah sekitar 50,000 pada tahun 2003. Rentang hidup maksimal manusia diperhitungkan sekitar 120 tahun.

3. Perbedaan Manusia Dengan Mahluk Hidup Lain



Pada umumnya manusia memang sangat berbeda dari mahluk hidup yang lain, manusia memiliki kepribadian dan kinerja otak yang tinggi sehingga dapat berprilaku, berfikir dan berbicara dengan baik. Berikut perbedaan dari Manusia dengan Mahluk lain :


1. Punya masa menopause 
Berbeda dengan sebagian besar binatang yang akan terus bereproduksi hingga akhir hayatnya, manusia khususnya wanita hanya akan bereproduksi sampai tiba pada suatu masa yang disebut menopause.

2. Melewati masa kecil lebih lama 
Dibandingkan primata maupun binatang yang lain, manusia menghabiskan waktu yang lebih lama untuk tinggal bersama dan mengasuh keturunannnya. Beberapa ahli menduga hal ini dipicu oleh ukuran otak manusia yang lebih besar, sehingga butuh waktu lebih lama untuk berkembang dengan sempurna.

3. Wajah memerah saat tersipu 
Dari semua bentuk ekspresi, wajah yang memerah saat tersipu malu adalah yang paling unik dan hanya terjadi pada manusia. Tidak diketahui pasti bagaimana hal ini terjadi, namun hal ini dinilai telah banyak membantu manusia untuk bersikap jujur.

4. Bisa menciptakan api 
Kemampuan manusia untuk membuat api adalah bekal penting dalam memenangkan seleksi alam. Ancaman predator nokturnal yang mengintai ketika hari mulai gelap menjadi mudah bagi manusia untuk ditanggulangi.

5. Mengenal pakaian 
Tidak seperti kera yang tubuhnya tertutup bulu (rambut), secara alami manusia tidak punya pelindung terhadap perubahan suhu di permukaan kulitnya. Namun dengan kecerdasan yang dimiliki, manusia bisa membuat pakaian yang menggantikan fungsi bulu pada beberapa jenis binatang.

6. Berbicara 
Sejak kurang lebih 35.000 tahun yang lalu, manusia memiliki tenggorokan yang posisinya lebih rendah dibandingkan pada simpanse. Ditunjang dengan tulang hyoid berbentuk tapal kuda yang terletak di bawah lidah, manusia mampu mengontrol suara yang dihasilkan sehingga bisa berbicara.

7. Jemari tangan yang fleksibel 
Manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa memutar jempol tangannya ke berbagai arah hinggga 360 derajat. Jari-jari yang lain juga lebih fleksibel dibandingkan primata, sehingga manusia menjadi spesies paling terampil dalam memanfaatkan peralatan.


4. Kepribadian Manusia


Menurut para ahli manusia memiliki 4 kepribadian yang terdapat pada diri manusia itu sendiri :

  1. Sanguin → dijuluki si "Populer" karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
  2. Koleris → dijuluki si "Kuat" karena sering dominan dan kompetitif.
  3. Melankolis → dijuluki si "Sempurna" karena perfeksionis dan serba teratur.
  4. Plegmatis → dijuluki si "Cinta Damai" karena kesetiaannya dan menghindari konflik.

    Dari 4 kepribadian diatas, memiliki sisi positif dan negatifnya :

    SANGUIN ( Populer )

    Positif :

    • Suka bicara.
    • Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
    • Antusias dan ekspresif.
    • Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
    • Hidup di masa sekarang.
    • Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
    • Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
    • Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
    • Umumnya hebat di permukaan.
    • Mudah berteman dan menyukai orang lain.
    • Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
    • Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
    • Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
    • Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
    • Menyukai hal-hal yang spontan.

    Negatif :

    • Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
    • Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
    • Susah untuk diam.
    • Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
    • Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
    • RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
    • Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
    • Mudah berubah-ubah.
    • Susah datang tepat waktu jam kantor.
    • Prioritas kegiatan kacau.
    • Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
    • Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
    • Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
    • Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
    • Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

    KOLERIS ( Kuat )

    Positif :

    • Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
    • Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
    • Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
    • Bebas dan mandiri.
    • Berani menghadapi tantangan dan masalah.
    • "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
    • Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
    • Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas.
    • Membuat dan menentukan tujuan.
    • Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
    • Tidak begitu perlu teman.
    • Mau memimpin dan mengorganisasi.
    • Biasanya benar dan punya visi ke depan.
    • Unggul dalam keadaan darurat.

    Negatif :

    • Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
    • Senang memerintah.
    • Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
    • Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
    • Terlalu kaku dan kuat/ keras.
    • Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
    • Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
    • Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
    • Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
    • Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
    • Workaholics (cinta mati dengan pekerjaan).
    • Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
    • Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

    MELANKOLIS ( Sempurna )

    Positif :

    • Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
    • Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
    • Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
    • Sensitif.
    • Mau mengorbankan diri dan idealis.
    • Standar tinggi dan perfeksionis.
    • Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
    • Hemat.
    • Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
    • Kalau sudah mulai, dituntaskan.
    • Berteman dengan hati-hati.
    • Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
    • Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
    • Sangat memperhatikan orang lain.

    Negatif :

    • Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
    • Mengingat yang negatif & pendendam.
    • Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah.
    • Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
    • Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah.
    • Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan.
    • Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
    • Hidup berdasarkan definisi.
    • Sulit bersosialisasi (cenderung pilih-pilih).
    • Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
    • Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
    • Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
    • Memerlukan persetujuan.

    PLEGMATIS ( Cinta Damai )

    Positif :
    • Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
    • Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
    • Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
    • Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
    • Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
    • Penengah masalah yg baik.
    • Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
    • Baik di bawah tekanan.
    • Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
    • Rasa humor yg tajam.
    • Senang melihat dan mengawasi.
    • Berbelaskasihan dan peduli.
    • Mudah diajak rukun dan damai.

    Negatif :
    • Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
    • Takut dan khawatir.
    • Menghindari konflik dan tanggung jawab.
    • Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
    • Terlalu pemalu dan pendiam.
    • Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
    • Kurang berorientasi pada tujuan.
    • Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
    • Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
    • Tidak senang didesak-desak.
    • Menunda-nunda / menggantungkan masalah.


    Setelah kita mengetahui pengertian dari manusia, sekarang kita akan membahas pengertian dari kebudayaan.

    1. Apa itu Kebudayaan ?


    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
    Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
    Menurut M Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
    Sedangkan Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
    Dari beberapa definisi tersebut, sehingga dapat di definisikan Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasidengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
    Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.


    2. Unsur - Unsur Kebudayaan


    Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
    1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
      • alat-alat teknologi
      • sistem ekonomi
      • keluarga
      • kekuasaan politik
    2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
      • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
      • organisasi ekonomi
      • alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
      • organisasi kekuatan (politik)
    3. C. Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara universal (universal categories of culture) yaitu:
      • bahasa
      • sistem pengetahuan
      • sistem tekhnologi, dan peralatan
      • sistem kesenian
      • sistem mata pencarian hidup
      • sistem religi
      • sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan

    3. Wujud dan Komponen Kebudayaan


    WUJUD
    Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
    • Gagasan (Wujud ideal)
      Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
    • Aktivitas (tindakan)
      Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
    • Artefak (karya)
      Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
    Sedangkan menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi menjadi nilai budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
    • Nilai-nilai Budaya
      Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkahlakunya.
    • Sistem Budaya
      Dalam wujud ini, kebudayaan bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. kebudayaan dalam wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
    • Sistem Sosial
      Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret sehingga dapat diabadikan.
    • Kebudayaan Fisik
      Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain
    KOMPONEN
    Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :
    • Kebudayaan material
      Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
    • Kebudayaan nonmaterial
      Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.
    • Lembaga sosial
      Lembaga sosial, dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan, dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar, dan konsep yang berlaku pada tatanan sosial masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota, dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
    • Sistem kepercayaan
      Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup, dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
    • Estetika
      Berhubungan dengan seni, dan kesenian, music, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari –tarian, yang berlaku, dan berkembang dalam masyarakat. Seperti di Indonesia setiap masyarakatnya memiliki nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini perlu dipahami dalam segala peran, agar pesan yang akan kita sampaikan dapat mencapai tujuan, dan efektif. Misalkan di beberapa wilayah, dan bersifat kedaerah, setiap akan membangu bagunan jenis apa saj harus meletakan janur kuning, dan buah – buahan, sebagai symbol yang arti disetiap derah berbeda. Tetapi di kota besar seperti Jakarta jarang mungkin tidak terlihat masyarakatnya menggunakan cara tersebut.
    • Bahasa
      Bahasa merupakan alat pengantar dalam berkomunikasi, bahasa untuk setiap walayah, bagian, dan Negara memiliki perbedaan yang sangat komplek. Dalam ilmu komunikasi bahasa merupakan komponen komunikasi yang sulit dipahami. Bahasa memiliki sidat unik, dan komplek, yang hanya dapat dimengerti oleh pengguna bahasa tersebu. Jadi keunikan, dan kekomplekan bahasa ini harus dipelajari, dan dipahami agar komunikasi lebih baik, dan efektif dengan memperoleh nilai empati, dan simpati dari orang lain.

    4. Perubahan Sosial Budaya



    Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial, dan pola budaya dalam suatu masyarakat.
    Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat, dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
    Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial:
    1. tekanan kerja dalam masyarakat
    2. keefektifan komunikasi
    3. perubahan lingkungan alam.
    Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan.

    Hubungan Manusia dengan Kebudayaan


    Manusia merupakan mahluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan sebuah kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun-menurun. Sehingga Manusia dan Kebudayaan merupakan hal yang sangat berkaitan dan tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Kebudayaan itu sendiri tercipta dari kegiatan sehari-hari manusia.

    Contoh - contoh Hubungan Manusia dengan Kebudayaan :

    1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
    Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
    2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life)
    Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value)
    3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
    Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
    4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
    Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
    5. Kebudayaan berdasarkan profesi
    Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
    Demikian ulusan dari postingan saya kali ini mengenai Manusia dan Kebudayaan, semoga ulasan ini bermanfaat sekian dan terimakasih.

    Referensi :







    Minggu, 10 Januari 2016

    Manusia Sebagai Mahluk Sosial
    (Ilmu Sosial Dasar- Universitas Gunadarma)






    Kata 'Makhluk Sosial' mungkin sudahlah tidak asing di telinga kita. Pada saat proses kelahiran kita pun, tak lepas dari kalimat ini. Ialah dimana saat kita dilahirkan oleh ibu kita, dan pada saat itulah kita membutuhkan sosok seorang ibu untuk memperkenalkan dunia baru tersebut kepada kita.
    Setelah lahirnya sang anak ke dunia, orang tua lah (ibu) yang senantiasa berperan dalam proses pengenalan dunia barunya. Oleh karena itu, manusia saling membutuhkan sesamanya.Secara garis besar diatas adalah merupakan suatu contoh perwujudan kita sebagai makhluk sosial.
    Dan pengertian makhluk sosial adalah dalam kehidupan di dunia, setiap makhluk hidup memerlukan interaksi dan komunikasi satu sama lain, khususnya bagi umat manusia. Interaksi dan komunikasi ini sangat diperlukan karena manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial yang tak pernah lepas dari bantuan orang lain. Oleh karena manusia hidup sebagai mahkluk sosial itulah, disadari maupun tidak, manusia cenderung hidup berkelompok dengan tujuan yang sama, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan mereka masing-masing.
    Dalam tujuannya meningkatkan taraf kesejahteraan dan kehidupan manusia, mereka cenderung hidup berkelompok yakni misalnya untuk mewujudkan kebutuhan sosialnya, terciptanya keamanan, ketertiban, keadilan, kenyamanan, kerjasama dan lain sebagainya. Dalam kehidupan berkelompok pula, manusia relatif tidak berorganisasi namun semua itu terjadi secara spontan untuk hidup berkelompok
    Tidak mungkinlah manusia mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam contoh lain, saat kita telah tiada di dunia (meninggal), kitapun tentu saja membutuhkan bantuan orang lain untuk menguburkan jenazah kita.

    A.   Dasar – dasar Struktur Sosial


    Pada dasarnya, struktur sosial memiliki empat komponen atau elemen dasar, yaitu :

    Status Sosial 

    Masyarakat terdiri dari individu-individu di mana antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan secara timbal balik dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Dalam melakukan hubungan timbal balik itu, status atau kedudukan seseorang memegang peranan yang sangat penting sehubungan dengan tindakan yang harus dilakukannya. Status sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, serta hak dan kewajiban-kewajibannya. Selain itu dapat juga diartikan sebagai tempat seseorang dalam suatu pola tertentu. Menurut Talcott Parsons, ada lima kriteria untuk menentukan status sosial seseorang dalam masyarakat, yaitu kelahiran, mutu pribadi, prestasi, pemilikan atau kekayaan, dan otoritas atau kekuasaan.

    1) Kelahiran
    Kelahiran menentukan status sosial seseorang dalam masyarakat. Orang yang dilahirkan dalam keluarga kaya seperti pengusaha atau bangsawan, maka secara otomatis akan menempati status yang tinggi dalam masyarakat. Sebaliknya, orang yang dilahirkan dalam keluarga tidak mampu atau miskin, maka akan menempati status yang rendah.

    2) Mutu Pribadi
    Mutu pribadi berhubungan dengan kualitas yang dimiliki oleh seseorang. Pada hakikatnya hal itu berkaitan atau disesuaikan dengan norma-norma atau kebiasaankebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Orang akan menduduki status sosial yang tinggi apabila memiliki kriteria di antaranya adalah jujur, cerdas, pandai, bijaksana, rendah hati, taat pada perintah agama, dan lainlain. Sedangkan orang yang menempati status social rendah adalah orang-orang yang memiliki kriteria, di antaranya suka berbohong, suka mencuri, sering atau pernah melakukan tindak kejahatan, dan lain-lain.

    3) Prestasi
    Orang yang bisa mencapai atau memeroleh sesuatu yang paling baik yang diharapkan oleh banyak orang setelah melakukan usaha-usaha tertentu biasanya disebut orang yang berprestasi. Misalnya seorang siswa yang berhasil mencapai juara umum di sekolahnya. Prestasi yang dimiliki oleh seseorang menentukan kedudukan atau statusnya di masyarakat. Orang yang berprestasi baik akan menempatkan seseorang pada kedudukan atau status yang tinggi, sedangkan orang yang tidak berprestasi akan menduduki status yang rendah dalam masyarakat.

    4) Pemilikan atau Kekayaan
    Pemilikan atau kekayaan menunjukkan banyaknya materi yang dimiliki oleh seseorang. Orang yang memiliki cukup banyak materi atau disebut sebagai orang

    kaya akan menduduki status yang tinggi dalam masyarakat. Sebaliknya orang yang hanya sedikit memiliki kekayaan materi bahkan tidak memiliki sedikitpun akan menempati status yang rendah, bahkan keberadaanya tidak diakui dalam masyarakat.

    5) Otoritas atau Kekuasaan
    Kekuasaan seseorang dalam suatu masyarakat berhubungan dengan besarnya pengaruh orang tersebut terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang yang memiliki kekuasaan umumnya akan disegani, dihormati, serta apa yang dikatakan atau dilakukannya cenderung diikut oleh orang lain. Dalam masyarakat, orang yang mempunyai kekuasaan, seperti kepala desa menempati kedudukan atau status yang tinggi, sedangkan orang yang tidak mempunyai kekuasaan, seperti buruh tani akan menempati status atau kedudukan yang rendah.

    Peranan Sosial

    Setiap anggota masyarakat memiliki peranan masing-masing sesuai status atau kedudukan sosialnya di masyarakat. Peranan menunjukkan hak dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh seseorang sehubungan dengan status yang dimilikinya. Apabila seseorang telah melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan statusnya di masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah menjalankan suatu peranan. Sebagaimana halnya dalam status sosial, setiap orang juga mempunyai bermacam-macam peranan yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya. Mengingat peranan berasal dari pola pergaulan hidupnya di masyarakat, maka peranan menentukan apa yang akan diperbuatnya dan kesempatan apa yang diberikan oleh masyarakat yang ada di sekitarnya terhadap dirinya. Dengan demikian peranan mempunyai fungsi yang sangat penting karena mengatur perilaku seseorang dalam masyarakat yang didasarkan pada norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

    Kelompok






    Kelompok adalah sejumlah orang atau individu yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi. Kelompok memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah struktur sosial kemasyarakatan karena sebagian besar interaksi social berlangsung dalam kelompok dan dipengaruhi juga oleh unsur-unsur yang melekat dan dimiliki oleh kelompok di mana interaksi sosial ini berlangsung.Sementara itu, Anis da Rato mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kelompok adalah sejumlah orang, di mana satu sama lain terjalin hubungan, dan jalinan tersebut membentuk suatu struktur. Misalnya kelompok pengajian, karang taruna, dan berbagai perkumpulan yang ada di masyarakat.

    a.       Institusi

    Aspek yang paling mendasar dalam sebuah struktur social adalah institusi. Institusi merupakan pola terorganisir dari kepercayaan dan tindakan yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial. Tujuan dibentuknya institusi adalah untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu dalam masyarakat. Misalnya dibentuknya institusi pendidikan (sekolah) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan, dibentuknya rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perawatan kesehatan, dan lain-lain melalui insitusi ini dapat dilihat adanya struktur dalam  masyarakat.


    B.   Tujuan Manusia Bersosialisasi dengan  Manusia Lain

    Tujuan sosialisasi secara esensial (secara pokok) adalah untuk dapat mengantarkan manusia pada kebutuhan dan tuntutan untuk dapat terus bertahan hidup di bidang fisik maupun sosial budaya (Stephan & Stephan, 1990). 

    Dalam konteks fisik, proses sosialisasi harus dapat membekali manusia dengan kemampuan-kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dasar yang diperlukan untuk terus hidup dalam lingkungan fisik mereka. 

    Dalam konteks sosial budaya, proses sosialisasi harus dapat membantu manusia dengan pemahaman tentang sistem norma dan peran yang dikembangkan dalam masyarakat.

    Adapun tujuan pokok dari pada sosialisasi (buku sari sosiologi) adalah :
    • Memberi ketrampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat. 
    • Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif. 
    •  Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 
    • Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.

    C.   Karakteristik Manusia Sebagai Mahluk Sosial


    Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
    1. Dorongan untuk makan
    2. Dorongan untuk mempertahankan diri
    3. Dorongan untuk melangsungkan jenis

    Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.

    Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
    1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
    2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

    Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

    Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

    Ciri-ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial:
    •  Suka bergaul
    •  Suka bekerja sama
    • Hidup berkelompok
    •  Memiliki kepedulian terhadap orang lain
    • Tidak bisa hidup sendiri
    Ciri- ciri Manusia Sebagai Mahkluk Sosial yang Bermoral:
    ·         Manusia memiliki toleransi dan kepedulian terhadap orang lain ketika bersosialisasi.
     Contoh perilaku manusia sebagai mahkluk sosial yang bermoral:
    • Bergotong-royong membersihkan desa.
    • Mengunjungi orang sakit

    Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :

    •  Tekanan emosional
    Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.

    • Harga diri yang rendah.
    Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.

    •  Isolasi sosial.

    Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri.

    Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
     Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.

    Fungsi dan Tugas Manusia Sebagai Makhluk Sosial
    • Manusia sebagai makhluk sosial memiliki fungsi dan tugas yang harus diembannya. Baik dalam masyarakat maupun kemasyarakatan, selain itu fungsi dan tugasnya dimasyarakat
    • Sebagai wadah yang memanusiakan seorang pribadi manusia.
    • Manusia sebagai makhluk sosial juga mengemban tugas dan fungsi dalam keluarga sebagai lingkungam sosial terkecil. Agar individu-individu menjadi satu anggota keluarga untuk menjadi manusia sebagai makhluk sosial.